Quas molestias excepturi Impedit quo minus id Voluptates repudiandae kon Mauris euismod rhoncus tortor

Minggu, 18 Desember 2011

Fakta Unik Mario Bross

0 komentar

Siapa yang tidak kenal dengan tukang ledeng berkumis tebal berbaju merah lengkap dengan topi berhuruf 'M' di kepalanya. Ya, semua orang pasti mengenal sosok Mario. Tetapi siapakah yang tahu nama panjang Mario atau fakta-fakta unik lainnya? Bila kamu penasaran dengan fakta-fakta unik di balik sosok Mario, silahkan baca terus artikel yang satu ini.

Asal Mula Mario
Mario pertama kali muncul dalam game Donkey Kong. Pada saat kemunculannya pertama kali Mario belum memiliki nama panggilan, Mario hanya dipanggil dengan nama "Jumpman". Bahkan tadinya Mario dipanggil dengan nama Mr. Video Game di Jepang. Nama Mario diberikan karena karakter Mario sangat mirip dengan pimpinan Nintendo Amerika yang berkebangsaan Italia bernama Mario Seagle. Shigeru Miyamoto sadar betul kalau nama-nama Jepang akan sulit diterima masyarakat umum dan akan mengurangi kepopuleran karakter buatannya di luar Jepang.
Donkey Kong



Pekerjaan
Mario sebenarnya berprofesi sebagai tukang kayu, bukan tukang ledeng seperti sekarang ini. Percaya atau tidak, pekerjaannya sebagai tukang ledeng tidak pernah dibawa ke dalam game, bahkan pipa ledeng dalam game Super Mario Bros berfungsi sebagai alat transportasi. Keahlian Mario memperbaiki pipa ledeng justru disoroti pada serial animasinya. Mario sebenarnya memiliki beberapa profesi lainnya, seperti dokter dalam game Dr. Mario, Arkeolog dalam game Mario Picross dan pembuat mainan dalam game Mario vs. Donkey Kong 2: March of the Minis. Saat ini Mario sering sekali berganti-ganti pekerjaan mengikuti judul game yang sedang dibintanginya. Terkadang Mario menjadi pebasket, atlit sepak bola dan lain sebagainya.


Penampilan
Shigeru Miyamoto sebagai pencipta Mario memakaikan topi pada karakter Mario karena merasa kesulitan menggambar rambut pada saat itu. Selain itu mulut juga mengalami nasib yang sama, Shigeru lebih memilih memakaikan kumis tebal pada Mario karena lebih mudah digambar dibandingkan harus menggambar mulut. Mario biasanya memakai baju yang merupakan kombinasi antara kaus biru dan overall berwarna merah, tetapi pada game Super Mario Bross, kaus Mario berubah menjadi warna coklat muda. Sampai saat ini tidak ada laporan resmi tentang mengapa Mario harus berganti warna kaus, menurut dugaan beberapa orang penggantian tersebut dimaksudkan untuk membedakan warna baju Mario dengan langit dalam game.


Saudara Kandung
Mario memiliki seorang saudara kandung yang bernama Luigi. Luigi muncul pertama kali pada tahun 1983 dalam game Mario Bros. Pada awalnya Luigi selalu dianggap sebagai adik Mario yang sedikit lebih muda, cerita tersebut diubah pada game Super Mario World 2: Yoshi's Island. Mario dan Luigi digambarkan sebagai anak kembar yang lahir bersamaan, bedanya Mario dinaikkan ke atas burung bangau terlebih dahulu sehingga dianggap lebih tua sekian detik dari Luigi. Mario dan Luigi memiliki nama panjang yang cukup aneh, nama panjang mereka adalah Mario. Mengapa bisa begitu? Karena, Mario dan Luigi selalui dipanggil sebagai Mario Bros/Brothers, penggunaan kata bros atau brothers selalu mengacu pada nama belakang seseorang. Sebagai contoh bila kamu dan adikmu memiliki nama belakang Edison maka kalian berdua bisa dipanggil sebagai Edison brothers atau Edison bersaudara. Melihat fakta tersebut bisa dipastikan kalau nama lengkap Mario adalah Mario Mario dan Luigi Mario.




Pengisi Suara

Mario pernah diisikan suaranya oleh banyak aktor terkenal seperti, Charles Martinet, Mark Graue, Ronald B. Ruben termasuk Peter Cullen sang pengisi suara Optimus Prime di Transformers. Suara Mario yang tinggi dimaksudkan untuk memberikan kesan ceria pada karakter Mario, aksen Itali ditambahkan karena Mario sangat menyukai pasta dan pizza. Masalah aksen sering menimbulkan kesalahpahaman orang tentang asal-usul Mario, menurut sebagian orang Mario berasal dari Italia, padahal dalam gamenya diperlihatkan kalau Mario lahir di kerajaan jamur. Mario juga pernah diperankan oleh aktor sungguhan seperti "Captain" Lou Albano sang pegulat campuran Italia dan Amerika dalam acara The Super Mario Bros Super Show! Di Acara tersebut, Mario lagi-lagi mengalami perubahan aksen, Mario memiliki aksen Brooklyn yang kental lengkap dengan kalimat-kalimat slang. Selain Lou Albano, Mario pernah diperankan oleh aktor Bob Hoskins dalam film Super Mario Bros The Movie. Sayangnya film tersebut tergolong film adaptasi yang gagal di pasaran.


Musuh Abadi

Memang Bowser selalu tampil menjadi musuh utama Mario dalam kebanyakan game, tetapi sesungguhnya Mario memiliki musuh abadi yang memiliki nama Wario. Nama Wario itu sendiri berasal dari gabungan kata "warui" yang artinya tidak baik dan Mario. Berbeda dengan Mario yang diciptakan oleh Shigeru Miyamoto, Wario diciptakan oleh Gunpei Yoko. Wario muncul pertama kali pada tahun 1992 dalam game Super Mario Land 2: 6 Golden Coins sebagai musuh utama sekaligus raja terakhir game tersebut. Sejak saat itu nama Wario mulai dikenal oleh publik dan akhirnya Wario menjadi bintang utama beberapa judul game buatan Nintendo. Biasanya Wario selalu digambarkan sebagai seorang yang egois dan tamak, tetapi biasanya dia melakukan berbagai hal baik untuk mencapai tujuannya. Wario digambarkan sangat berlawanan dengan Mario yang tipikal pahlawan baik hati, bahkan Wario memakai huruf W di topinya berlawanan dengan Mario yang memakai huruf M. Karakter Wario memiliki beberapa fakta unik, pertama-tama tinggi badan Wario selalu berubah-ubah, terkadang Wario digambarkan lebih tinggi dari Mario dan terkadang sebaliknya. Fakta unik lain Wario adalah, Wario memiliki pengisi suara yang sama dengan Mario, Luigi dan Waluigi.




Pasangan Romantis
Banyak orang yang mengira kalau Mario sudah berpasangan dengan tuan puteri Peach dari dulu, padahal cerita tersebut tidak tepat 100%. Mario sempat memiliki kekasih lain dalam game Donkey Kong. Di game tersebut dikisahkan kalau Mario harus menyelamatkan kekasih hatinya yang bernama Pauline dari cengkraman kera raksasa yang jahat. Mario dan Peach baru dipertemukan pada game Super Mario Bros. Banyak yang menyangka kalau puteri yang ada dalam game Donkey Kong merupakan puteri yang sama dalam game Super Mario Bros. Tadinya tuan puteri Peach lebih dikenal sebagai Toadstool, sampai akhirnya pada game Super Mario 64 nama Peach dikenal oleh penggemarnya secara lebih luas. Lalu bagaimana dengan nasib puteri Pauline yang ditinggal Mario? Rupanya Pauline kembali dimunculkan dalam game Mario vs. Donkey Kong 2: March of the Minis.




Kekuatan Mario
Mario memiliki beragam kekuatan yang terus bertambah sampai sekarang. Mario biasanya memiliki tiga buah kekuatan dasar seperti, Jamur untuk membesar, bunga api untuk membuat Mario menembakkan api dan bintang yang membuat Mario tidak bisa dilukai oleh serangan apapun. Kekuatan Mario lainnya terkadang mengambil wujud binatang seperti pakaian kodok, daun cerepelai dan wortel kelinci. Setiap ada serial baru biasanya Mario memperoleh kekuatan baru, seperti dalam game New Super Mario Bros, Mario mendapatkan dua jamur tipe baru, yang pertama bernama jamur raksaksa yang membuat Mario berubah menjadi besar sekali dan yang kedua adalah jamur mini yang menyebabkan Mario menciut menjadi kecil sehingga cukup ringan untuk berjalan di atas air. Mario terkadang bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitarnya untuk dijadikan senjata, sebagai contoh dalam Super Mario Bros 2 Mario bisa mengangkat tanaman yang ada di dalam tanah untuk dilemparkan ke arah musuh.

Musik Dalam Mario
Musik yang dimiliki oleh game-game yang dibintangi oleh Mario memang bermacam-macam, tetapi ada sebuah musik yang selalu diingat orang sampai sekarang, musik yang dimaksud adalah Super Mario Bros Theme besutan Koji Kondo. Dalam kultur modern musik tersebut telah menginspirasi jutaan penggemar Mario di seluruh dunia.Sudah tidak terhitung berapa kali lagu tersebut dimainkan oleh penggemarnya dengan beragam versi dan variasi. Ada yang diaransemen ulang, ada yang dimainkan dengan dua gitar sekaligus bahkan ada yang acapela. Banyak orang yang mendapatkan popularitas karena memainkan lagu Super Mario Bros Theme, seperti Zack Kim yang memainkan lagu tersebut memakai dua gitar sekaligus di YouTube, videonya telah ditonton oleh 18 juta orang lebih. Jean Baudin yang memakai bass dengan 11 senar, videonya di YouTube telah ditonton 4 juta orang. Greg Patillo memakai flute untuk memainkan lagu tersebut, videonya telah ditonton 12 juta orang. Kalau lagu tersebut sangat populer di mata dunia dan menginspirasi jutaan orang, lalu bagaimana dengan nasib sang kreator musik tersebut? Bakat langka Koji Kondo untuk membuat musik yang sangat catchy, ternyata malah menjadi bumerang bagi beliau. Sebagai pemusik Koji Kondo ingin sekali bisa berganti-ganti aliran musik sesuka hati, tetapi hal tersebut kerap sekali diprotes oleh penggemarnya. Di mata penggemarnya, lagu-lagu ciptaan Konji Kondo haruslah catchy, bernuansa ceria dan memiliki nada-nada yang mirip sirkus. Padahal pria kelahiran Nagoya 48 tahun yang lalu ini, ingin sekali bereksperimen dengan gaya bermusik yang lain.



Ketenaran Mario

Karakter Mario telah muncul dalam 200 judul game yang telah terjual kurang lebih 193 juta kopi di seluruh dunia. Kepopuleran Mario tidak berhenti sampai situ saja, Mario memiliki acara TV sendiri, animasi, komik dan film layar lebar. Bahkan pemain NHL, Mario Lemieux dipanggil oleh media dengan julukan "Super Mario". Julukan Super Mario sempat hinggap pada atlit-atlit lainnya seperti pembalab sepeda profesional Mario Cipolini dan pesepak bola Jerman Mario Basler. Ketenaran Mario jauh mengalahkan Cloud dari Final Fantasy VII atau Solid Snake dari serial Metal Gear. Mario masuk ke dalam Walk of Game pada tahun 2005 bersama-sama dengan, Link, Sonic dan Master Chief selain itu Mario juga memiliki patung lilinnya sendiri di Hollywood Wax Museum. Bahkan ada sebuah nama jalan di Swedia yang didedikasikan langsung untuk Mario bernama "Mario's Gata 21" yang berarti Jalan Mario 21. Mario sampai sekarang masih memegang tujuh rekor Guinness termasuk di antaranya, game yang memiliki jumlah penjualan terbanyak sepanjang waktu dan game pertama yang diadaptasi ke dalam film. Yang cukup mengejutkan menurut hasil survei Marketing Evaluations pada tahun 1990, ternyata ketenaran Mario mampu mengalahkan ikon Amerika Mickey Mouse.

Source (evolusi-apa-aja.blogspot.com) : Fakta unik tentang Mario Bross
Read More

10 Film Animasi Tradisional Disney Terbaik

0 komentar
PERTAMA, ijinkan kami menjelaskan apa yang dimaksud "animasi tradisional".

Pada zaman dahulu kala, sebelum komputer ditemukan. Manusia membuat film animasi dengan menggambar tokoh-tokohnya di kertas putih kosong. Bak tongkat sihir, tangan-tangan terampil para animator menghidupkan cerita dongeng dengan gambar-gambar indah.

Walt Disney dianggap sebagai pelopor seni animasi yang menyajikan kita karakter mulai dari Miki Tikus, Donal Bebek, Paman Gober, dll. Namun, selain tokoh-tokoh kartun nan lucu itu, Disney juga menyuguhkan kita film-film animasi panjang (feature length animation) hasil kreasi keajaban tangan-tangan animatornya.

Syahdan, mulai 1995, Disney merilis Toy Story yang dibuat Pixar. Sejak itu era keemasan animasi komputer dimulai. Sejak Toy Story, lebih banyak film animasi yang dibuat dengan komputer ketimbang gambar tangan.

Nah, menengok puncak box office dua pekan terakhir, ada fenomena menarik. Film animasi gambar tangan alias animasi tradisional The Lion King, yang aslinya rilis 1994, dirilis ulang dalam format 3D. Hasilnya, selama 2 pekan The Lion King (3D) merajai puncak box office mengalahkan film-film yang dibintangi Brad Pitt, Morgan Freeman, maupun Robert DeNiro.

Memperingati kembalinya kedigdayaan animasi tradisional Walt Disney di puncak box office, kami merating 10 film animasi tradisional Disney yang menurut kami terbaik.

Terus terang, sulit memilih hanya 10 film saja di antara film-film animasi Disney yang merentang dari Snow White di tahun 1937 hingga The Princess and the Frog tahun 2009 kemarin. Dengan berat hati kami menyingkirkan sejumlah film animasi favorit setelah menimbang-nimbang dengan film animasi Disney yang lain.

Hasilnya, ini dia 10 pilihan kami. Boleh setuju, boleh tidak.

10. Pocahontas, 1995
Sepanjang sejarahnya, Walt Disney melahirkan para putri-putri ikonik dengan dandanan khas mereka: cantik, kulit putih dengan rok mengembang. Karena seringnya Disney memberi gambaran putri cantik berkulit putih, banyak yang menganggapnya melanggenggakan hegemoni kulit putih atas kulit lain. Gambaran cantik seorang putri versi Disney dianggap sebagai gambaran ideal. Selain versi Disney, dianggap tidak cantik. Disney kemudian sadar atas kritik itu. Setelah berkali-kali mengangkat kisah dongeng Barat, Disney beralih ke cerita yang mengangkat kaum minoritas sebagai tokoh utamanya. Pocahontas, rilis 1996, menggambarkan sosok putri dari suku Indian, kaum minoritas di Amerika Serikat. Tentu, putri Pocahontas tidak berkulit putih ataupun mengenakan korset dan rok yang mengembang. Kisah pertemuan orang kulit putih dengan kulit berwarna di tanah Amerika ini dianggap medium yang pas untuk menjelaskan perbedaan dan toleransi. O ya, Anda menonton Avatar karya James Cameron tempo hari? Ada kemiripan kisahnya dengan Pocahontas, bukan?

9. Lady and the Tramp, 1955
Tentu, saat menyebut film ini orang langsung teringat momen saat dua anjing tengah duduk berdua menyantap spaghetti sambil mendengar lantunan lagu "Bella Notte". Ketika menyantap mie yang sama, dua sejoli berwujud anjing, Lady dan Tramp tak sengaja berciuman. Momen itu dianggap sebagai salah satu momen paling romantis sepanjang sejarah perfilman. Tapi, tahukah Anda, saat Walt Disney melihat porongan kasar adegan itu, ia tak menyetujuinya. Untungnya ia berubah pikiran. Lady in the Tramp diangap sebagai momen saat Disney kembali ke penceritaan sederhana tanpa berambisi mengadaptasi novel atau dongeng populer. Hasilnya, Disney tetap mampu memikat penonton semua umur dari setiap generasi. Ditonton lagi, oleh generasi sekarang maupun yang akan datang, film ini tetap memikat.

8. Tarzan, 1999
Tarzan menjelang milenium baru versi Disney tidak hanya bergelantungan dari pohon satu ke pohon lain, maupun berteriak kencang memanggil binatang-binatang lain. Ia lebih sering bergerak lincah bak pohon adalah papan luncur. Buat saya, meski dalam bentuk animasi, Disney mengisahkan legenda Tarzan ke bentuknya paling mendekati aslinya. Sosok Tarzan yang diasuh kera sejak bayi—karena itu ia sering dijuluki Manusia Kera—membuatnya memiliki bahasa tubuh bak kera. Tarzan, misalnya, jarang terlihat berdiri tegak lurus, lebih sering bergerak tak ubahnya simpanse. Di luar orisinalitas itu, Tarzan versi Disney adalah kisah sempurna tentang pencarian jati diri anak manusia. Apalagi tabahan musik-musik merdu Phil Collins, menjadikan film ini makin menawan.

7. The Little Mermaid, 1989
Selama dua puluh tahun setelah kematian Walt Disney, studio film itu mencapai titik membosankan. Film-film animasinya tak lagi pas disebut klasik. Pena animator Disney sedang tumpul setelah ditinggal penciptanya. Syahdan, ketika Disney ditangani Jeffrey Katzenberg (sekarang bos DreamWorks) Disney bangkit. Film ini menandai kebangkitan kembali Disney. Studio itu mengali dongeng klasik Barat dan menemukan kisah putri duyung karya Hans Christian Andersen untuk ditafsir ulang, diceritakan kembali bagi penonton generasi sekarang. Hasilnya, Disney menemukan formula klasik yang kemudian jadi pegangannya selama betahun-tahun untuk membuat film animasi: cerita dongeng yang ringan, paduan desain klasik dan kontemporer, serta sajian lagu-lagu pop yang bakal disuka semua usia, tua dan muda.

6. Cinderella, 1950
Salah satu kehebatan film animasi Disney adalah ketika Disney mengangkat cerita dongeng, orang mengira versi Disney adalah versi asli dongeng tersebut. Bahkan, banyak yang mengenal cerita dongeng pertama kali dari versi yang dibuat Disney. Begitu pula yang terjadi pada dongeng Cinderella. Kebanyakan orang tak tahu seperti apa cerita aslinya kecuali yang disajikan Disney. Kisah anak tiri yang disiksa ibu dan saudara tirinya itu, serta kemudian datang ke pesta dansa bertemu sang pangeran, lalu meninggalkan sepatu kacanya tak lekang dimakan waktu meski sudah ditonton berkali-kali. Lebih dari 60 tahun, Cinderalla versi Disney telah mengisi narasi warga bumi atas kisah klasik itu di setiap generasi. Tak heran, kita kemudian percaya kalau cerita Cinderella ya yang versi Disney. Lainnya hanya adaptasi. Sayang memang, tapi mau bagaimana lagi.

5. The Lion King, 1994
Film animasi ini dianggap menjiplak cerita Kimba The White Lion karya pelopor manga-anime Jepang, Osamu Tezuka. Memang susah untuk tidak menganggapnya demikian. Namun, bukan berarti The Lion King tak berkualitas. The Lion King adalah animasi dengan kualitas layaknya film epik. Kisahnya pun terasa terlalu dewasa untuk ditonton anak-anak. Bahkan ada nuansa tragedi Shakespeare di dalamnya. Seekor singa pewaris tahta disalahkan atas kematian ayahnya, lalu pamannya yang jahat—otak sesungguhnya yang menyebabkan kematian itu—mengambil alih kekuasaan. Sang singa kemudian terusir dan hidup bebas hingga ia harus kembali lagi merebut tahtanya dan menemui takdirnya sebagai penguasa rimba. The Lion King tak hanya berisi tingkah kartun nan lucu maupun lagu-lagu indah, tapi juga tentang kematian dan perebutan tahta.

4. Snow White and Seven Dwarfs, 1937
Ini film animasi yang memulai segalanya. Ya, inilah film animasi panjang pertama. Sekarang orang menganggapnya sebagai film animasi yang imut tentang putri yang tinggal di hutan bersama kurcaci-kurcacinya. Padahal, butuh pengorbanan besar bagi Walt Disney mewujudkan film animasi ini. Film ini butuh waktu pembuatan 3 tahun, menghabiskan AS$ 1,5 juta, hampir bikin perusahaannya bankrut. Andai, film ini flop, hampir pasti Disney bakal menutup studio animasinya. Tapi, yang terjadi, Snow White jadi film paling sukses tahun 1938. Saat pertama hadir, Snow White dianggap sebuah revolusi bagi film animasi yang dimasa itu lebih berupa tontonan pendek lucu berisi gambar dan musik. Snow White tak hanya lucu, tapi juga mengandung drama tragedi Yunani di dalamnya. Saat Snow White makan apel beracun banyak anak-anak masa itu ketakutan, menangis dalam bioskop.

3. Fantasia, 1940
Walt Disney bukan penemu film animasi. Tapi, ia membawa teknologi sinema ini ke ranah seni yang tak pernah digapai manusia lain sebelumnya. Salah satu pencapaiannya adalah Fantasia. Ide dasar Fantasia sederhana saja: ambil musik-musik klasik yang dikenal orang, dan padukan dengan gambar-gambar animasi. Film ini kemudian dicatat, seperti dikutip RottenTomatoes, sebagai sebuah landmark di bidang animasi yang pengaruhnya terus terasa hingga kini. Lewat tokoh Miki Tikus yang dikenal manusia sejagad, lewat film ini Disney meneguhkan posisinya tak hanya sebagai sineas, tapi juga seniman.

2. Beauty and the Beast, 1991
Beauty and the Beast adalah film animasi pertama yang bertengger dengan terhormat di deretan nominasi Film Terbaik Academy Awards. Sebelumnya, film ini menjadi film animasi pertama yang meraih gelar Film Terbaik (Komedi atau Musikal) di ajang Golden Globes. Maka, kualitas film ini tak perlu lagi dipertanyakan. Beauty and the Beast segera jadi klasik sejajar dengan film-film klasik cerita putri Disney lain seperti Snow White, Cinderella, maupun Sleeping Beauty. Tentu, bukan Disney pencipta dongeng si cantik dan si buruk rupaini, melainkan dongeng Prancis karya Jeanne-Marie Leprince de Baumont. Namun, sentuhan tangan dingin animator Disney mebuat kisah ini lebih dekat bagi warga dunia. Tidak seperti karakter putri-putrinya terdahulu yang berpangku tangan menanti pangeran tampan, Belle adalah seorang perempuan mandiri (banyak yang menganggapnya karakter feminis). Belle rela berkorban menggantikan ayahnya yang disandera makhluk buas. Belle juga kemudian juga memenangkan hati sang makhluk buas itu dan mengubahnya jadi pangeran tampan.

1. Pinocchio, 1940
Film ini dipilih situs majalah Time sebagai nomor wahid dari 25 Film Animasi Terbaik Sepanjang Masa. Kami setuju, makanya menempatkannya di posisi puncak versi kami juga. Pinocchio, karya kedua Disney setelah Snow White, diangkat dari novel karya Carlo Collodi tahun 1883, dicatat Time telah memberi plot dasar pengisahan bagi film-film animasi lain sesudahnya. Happy Feet, Kung Fu Panda, atau Tangled berutang pada Pinocchio dari segi tema cerita. Kisahnya adalah sebuah cerita klasik coming-of-age film, kisah pencarian jati diri. Kita mengikuti petualangan akbar Pinocchio, sesosok boneka kayu ingin menjadi manusia: ia bertemu jangkrik, diculik, dimakan ikan paus, hingga bertemu peri baik hati. O ya, siapa yang tak ingat pesan moral film ini untuk jangan berbohong (kalau berbohong, hidungmu akan memanjang), atau anak-anak nakal yang bernasib jadi keledai. Hebatnya Disney, segala pesan moral itu tak terasa menggurui. Kita terhibur oleh petualangan Pinocchio dan tak bosan menontonnya berkali-kali lagi.

( Sumber: http://www.tabloidbintang.com/extra/top-list/16204-10-film-animasi-tradisional-disney-terbaik.html 

Source (evolusi-apa-aja.blogspot.com) : 10 Film Animasi Tradisional Disney Terbaik
Read More

Sabtu, 10 Desember 2011

Asal Mula Film Kartun

0 komentar
Bagi penggemar film kartun kira-kira sudah tahu belum bagaimana sejarah film kartun? Sebelum film kartun dikenal, yang ada hanyalah kartun. Kata kartun berasal dari bahasa Inggris cartoon atau dalam bahasa Italia,cartone yang berarti kertas tebal. Awalnya kartun mengacu pada pengertian gambar rencana, dalam seni murni kartun merupakan gambaran kasar atau sketsa awal dalam kanvas besar atau pada hiasan dinding pada bangunan arsitektural seperti mozaik, kaca dan fresco (Marianto dalam Indarto, 1999:13). Bukti arkeoleogis telah menemukan gambar kartun atau karikatur sudah ditemukan pada dinding-dinding dan jambangan bunga pada jaman Mesir kuno dan Yunani Kuno (Intisari, Januari 1992).

Masa Renaissance yakni pada abad ke-16, , Michaelangelo buo narotti memakai kartun dalam mengerjakan karyafresco tentang kisah penciptaan manusia yang sangat terkenal dan sampai sekarang dapat dilihat di Kapel Sistine. (Marianto dalam Indarto, 1999:13). Leonardo da Vinci dalam karyanya yang berjudul The Virgin and Child with St. Anne and St. John the Baptist, adalah sebuah kartun yang dibuat oleh Leonardo da Vinci dalam makna yang asli. Sebuah kartun dengan ukuran penuh yang digambar di atas kertas sebagai studi untuk proses lebih lanjut sebauh karya seni, seperti lukisan atau permadani. Koleksi kartun kelas dunia karya Peter Paul Rubens untuk sebuah permadani yang besar sebuah koleksi dari John and Mable Ringling dapat disaksikan dalam Museum of Art di Sarasota, Florida.

Leonardo da Vinci

Peter Paul Rubens

Bapak kartun modern adalah seniman yang berasal dari Perancis, Honore Daumier (1830-1870). Beliau mengkartunkan para pemimpin perancis untuk koran dan majalah Perancis, bahkan sempat dipenjara pada tahun 1832 karena mengkarikatur Raja Louis Philippe (Intisari, Januari 1992).

Honore Daumier

Tahun 1843 merupakan masa di mana kehadiran kartun mulai diperhitungkan keberadaannya, pada tahun tersebut diadakan sebuah pameran besar dan kompetisi kartun yang digagas oleh Pangeran Albert, suami Ratu Victoria dari Inggris.

Kartun yang berjudul Substance and Shadow karya John Leech merupakan sindiran yang disiapkan untuk pembangunan fresco di New Palace of Westminster (1843), dan kemudian dibuat pengertian modern dari kata “kartun” dalam media cetak modern, ilustrasi kartun biasanya bertujuan humor. Fresco sendiri adalah seni menggambar di kaca dengan warna-warna yang indah dan mengilustrasikan suatu legenda atau mitos pada masyarakat Eropa.  Konsep ini mulai dipakai dari tahun 1843 ketika majalahPunch menerapkan istilah untuk gambar sindiran dalam salah satu halamannya, terutama sketsa yang dibuat oleh John Leech. Awal parodi sebuah kartun dilihat padafresco bersejarah di new palace of Westminster. Judul asli untuk gambar yang dibuat oleh tukang pensil (ilustrator) majalahPunch dan judul baru “cartoon” dimaksudkan untuk sesuatu yang bersifat ironis, dengan referensi pada sikap memperkaya diri dari para politisi barat.

John Leech

Tahun 1900 kartunis editorial, Sir David Low dari Selandia Baru membuat karakter pada diri “Kolonel Blimp”, yakni sosok militer tua yang reaksioner. Low memulai karier sebagai kartunis pada tahun 1914 dan pada tahun 1919, ia pindah ke Inggris. Terkait dengan perkembangan kartun secara kronologis, tahun 1930-1940 adalah masa popularitas buku-buku komik, sedangkan tahun 1935 sampai 1945 (pasca perang dunia II) merupakan masa popularitas komik-komik humor.

 Sir David Low

Teknis masa lalu dalam menerbitkan kartun (sebelum berkembangnya cetak dan separasi warna) adalah dengan cara manual dimana kartunis langsung menggambar di atas blok kotak kayu4, setelah gambarnya pasti bisa dengan pensil atau pena, pengukir lantas mengukirnya sesuai garis coretan. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam. Semakin berkembangnya teknik cetak proses pembuatan kartun menjadi lebih efektif dan efisien terlebih lagi setelah berkembangnya teknik digital.

Seiring dengan kemajuan jaman para kartunis mengadakan inovasi terhadap kartun, yang kemudian memunculkan film kartun. Awal munculnya film kartun sebagai gambar kartun yang bergerak dipelopori oleh gambar kartun dengan bentuk kuda yang merupakan hasil olahan dari foto yang di buat oleh Eadweard Muybridge pada abad ke-19. Gambar yang sederhana berada di antara komik strip dan awal film animasi. ‘Kartun’ merujuk pada animasi, dimana istilah ini menjadi sesuatu yang umum pada perkembangan selanjutnya.

 Eadweard Muybridge


Film kartun pertama di dunia

Film kartun dapat di saksikan pada layar televisi atau di bioskop dan dibuat dengan menampilkan gambar ilustrasi yang dibuat seakan-akan bisa bergerak. Kata kartun (cartoon) biasanya dipersingkat menjadi toon, hal ini dipopulerkan  dengan film yang dibintangi oleh Rogger Rabbit. Film kartun kebanyakan menjadi program konsumsi anak-anak yang memuat cerita fabel , manusia super, petualangan dan jenis tema film kartun yang lain.


Read More
farid. Diberdayakan oleh Blogger.