Rabu, 28 Desember 2011

Anonymous


onymous datang dari semua tempat.. mungkin Bos anda.. mungkin pekerja anda.. mungkin jiran sebelah malah mungkin anak anda malah boleh menjadi sesiapa sahaja… sama ada crackers..hackers..atau pak cik driver bawak lori malah blogger…Menyertai Anonymous tidak salah dari segi undang-undang.. malah jika anda melanggar undang-undang anda tetap tidak bersalah kerana anda ialah Anonymous..

Adakah Anonymous melakukan tindakan betul?

Dalam Anonymous..keputusan itu terletak pada diri sendiri..jika anda rasa ianya betul maka betullah ia..Anonymous tiada ketua dan tiada sesiapa yang membuat keputusan untuk anda..

Berapakah Ahli Anonymous?

We are more than you think. We are more than anybody thinks. We are many.

“Kami Adalah Lebih Dari Yang Anda Fikirkan,Kami Lebih Dari Semua Orang Fikir, Kami Ramai”

Terdapat juga beberapa spekulasi mengenai Anonymous di mana telah menggodam Play Station Network.. Tahukah kenapa Anonymous hack PSN?..

KERANA Anonymous mahu menghalang PSN dari mengambil untung dengan menyuruh pengguna untuk mengemaskini firmware baru dan jika tidak seseorang itu tidak dapat menggunakan PSN..Orang yang sudah mencipta jail break Play Station 3 sudah di tangkap dan Semua IP yang memasuki web untuk mendapatkan jailbreak tersebut sudah di ambil oleh pihak Sony untuk tindakan lanjut..Anonymous ada juga menghantar video bahawa akan mengganggu Sony lagi kerana menyalahkan orang lain yang memasuki web tersebut..Anonymous mengganggu SONY hanya untuk membantu pengguna, dan bukan nak menyakiti pengguna…

Setelah membaca ini..apakah anda rasa tentang Anonymous?

Anonymous ialah semua orang yang berasa mereka ialah Anonymous Hacker..
tidak kisah siapa atau di mana..

Robin Hood dunia maya, mungkin itulah nama yang tepat untuk kelompok hacker Anonymous setelah sebelumya berhasil eretas server milik Stratfor, pada saat saat yang masih dipenuhi nuansa natal dan tahun baru, kelompok hacker tersebut dikabarkan sedang merencanakan untuk memberikan donasi kepada berbagai organisasi amal, hanya saja, uang yang dijadikan sumber donasi adalah dari kartu kredit orang lain.
Salah  satu pengguna kartu kredit, bernama Allen Barrn mengatakan bahwa uang sejumlah USD 700 dari kartu kreditnya lenyap begitu saja, dan setelah dicek, ternyata uang di rekeningnya telah beberapa kali ditransfer kepada beberapa organisasi social tanpa sepengetahuannya.
Tentunya Ini bukan pertama kalinya kelompok hacker Anonymous menjadi berita karena kegiatan peretasannya. Misalnya pada bulan Agustus lalu, mereka merusak sebuah situs milik Departemen Pertahanan Suriah, sebagai tanggapan atas tindakan brutal yang dilakukan pemerintah pada para demonstran penentang rezim.


Anonymous pada awalnya lebih sering diasosiasikan pada kelompok hacker pengacau yang berjuang atas nama idealisme semu, yang justu lebih sering berbuntut pada pencurian data konsumen dan teror ketakutan yang muncul. Beroperasi tanpa nama dan jumlah, namun didukung kemampuan yang mumpuni, Anonymous bertanggung jawab atas serangkaian serangan di dunia maya yang sebagian besar memang bermotif politik. Memasuki “akhir hidupnya”, Anonymous yang lebih sering dicap sebagai penjahat ini hadir dengan sebuah tindakan heroik yang pantas diacungi jempol.
Tidak ada yang lebih menyedihkan dan menjijikkan selain melihat anak-anak tidak berdosa menjadi objek eksploitasi seksual oleh kaum pedofilia. Sebagai kejahatan yang diperangi oleh banyak negara, aktivitas pedophillia memang mendapatkan perlawanan yang keras dari masyarakat di dunia nyata. Namun di dunia maya? Mereka seolah tidak tersentuh hukum. Menggunakan koneksi dunia maya yang aman, para penegak hukum sulit untuk melacak dan menindak mereka. Oleh karena itu, Anonymous memutuskan untuk “menegakkan hukum” ala dirinya sendiri.
Lewat operasi hacking bernama Operation Darknet, Anonymous mengklaim berhasil menghancurkan sebuah server yang berisikan kurang lebih 40 website yang berisikan konten-konten pedofilia. Kurang lebih 100 GB konten dengan materi ini berhasil dibumihanguskan. Tidak hanya itu, Anonymous juga berhasil mengambil user database ke-40 website tersebut dan mengantongi kurang lebih 1.570 nama pedofil yang hingga kini masih bebas berkeliaran di seluruh dunia. Namun tidak dijelaskan, apakah data tersebut akan diserahkan kepada pihak berwajib atau tidak.
Anonymous juga merilis sebuah video pengumuman resmi di Youtube untuk menjelaskan alasan di balik Operation Darknet ini. Mereka mengaku ingin melindungi berbagai pihak yang telah dirugikan oleh kejahatan yang menjijikkan ini dan akan terus berupaya hingga semua situs pedofilia hancur. Untuk pertama kalinya, selama mengikuti sepak terjang Anonymous, saya secara pribadi harus mengangkat topi untuk menunjukkan sedikit rasa hormat. Operation Darknet akan menjamin dunia yang lebih aman dan nyaman untuk anak-anak, sesuatu yang kita impikan bersama. Semoga saja Anonymous dapat konsisten untuk memperjuangkan hal ini. With great power comes great responsibility



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

farid. Diberdayakan oleh Blogger.